Apa itu Domain?

Penggunaan kata domain sudah sangat umum terutama bagi para blogger. Tetapi, apakah kamu sudah paham betul apa yang dimaksud dengan domain?

Singkatnya, domain adalah nama website atau lebih tepatnya alamat dari suatu website. Alamat yang biasa kamu tuliskan pada URL bar di browser kamu, yang biasanya berakhiran .com, .net, .ac.id, .co.id, itulah yang kita sebut sebagai nama domain.

Contohnya seperti ini:

Untuk pengertian URL dan perbedaannya dengan Domain dan IP address, silahkan baca di: Apa itu URL?


Pengertian Domain

Domain adalah alamat yang kita ketik atau klik untuk menuju ke suatu website. Pada mulanya, domain berbentuk angka-angka rumit sebagai alamat IP nya (contoh: http://192.168.100.120:33455/), dan tentunya akan sangat sulit diingat. Semakin banyak website yang ada di internet, maka akan semakin banyak kombinasi angka yang harus dihapalkan. Maka dari itu, digantilah kombinasi angka tersebut dengan kata-kata yang lebih mudah diingat dan kemudian kita kenal dengan nama domain.

Fungsi utama domain adalah sebagai identitas dari suatu web hosting, atau lebih tepatnya seperti alamat rumah dari suatu website. Sebagai contoh, misalnya alaguru.com.

Alaguru merupakan website yang akan kamu kunjungi, sedangkan .com merupakan ekstensi domain yang digunakan. Dengan adanya nama domain seperti ini, tentu akan sangat memudahkan kita daripada harus menuliskan alamat IP yang terdiri dari kombinasi angka yang cukup banyak.

Domain tidak lebih dari satu

Untuk kamu ketahui, domain yang ada di internet semuanya sudah terdaftar pada organisasi yang bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) sehingga tidak mungkin ada dua nama domain yang sama persis. Jadi jika nama domain yang kamu inginkan sudah ada di internet, maka kamu tidak akan bisa menggunakannya.

Baca Juga:  Apa itu Hosting: Pengertian dan Jenis-jenis hosting

Apa itu Domain dan Subdomain?

Sama seperti Domain, Subdomain juga merupakan alamat website. Subdomain lebih tepat diartikan sebagai turunan atau anak dari domain utama. Fungsinya adalah untuk memberikan tampilan atau layanan yang berbeda dari domain utama. Contohnya seperti :

domain utama –> contohweb.com
subdomain –> blog.contohweb.com

contohweb.com adalah domain utama dari suatu website, sedangkan kata “blogyang digunakan didepannya itulah yang kita sebut dengan subdomain.

Subdomain pada umumnya memiliki konten yang berbeda dari domain utamanya. Hal ini bertujuan agar konten utama dari suatu website tidak tercampur dengan konten tambahan dari subdomainnya. Contohnya, jika kamu memiliki website yang disetting sebagai toko online, tentunya kamu tidak dapat membuat artikel berbentuk blog di website tersebut, bukan?. Nah, dengan membuat subdomain, dalam satu website yang sama, sekarang kamu seakan-akan memiliki dua website yang berbeda, satunya untuk jualan online, dan satunya lagi untuk menulis blog.

Penggunaan subdomain akan sangat membantu karena tidak akan mengganggu domain utama yang kamu miliki. Selain itu, ada beberapa kegunaan dari subdomain seperti:

  • Subdomain dideteksi oleh search engine sebagai website unik yang tidak terhubung dengan domain utama. Sehingga dengan SEO yang baik, kamu dapat menguasai halaman utama search engine.
  • Penggunaan yang benar akan membuat subdomain tersebut terindeks dengan cepat di search engine dengan bantuan dari domain utama.

Apa itu TLD dan SLD

Domain pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Top Level Domain, Second Level Domain, dan Third Level Domain. Berikut penjelasannya:

TLD atau Top Level Domain

Top Level Domain, atau sering juga disebut TLD, adalah ekstensi domain yang paling populer digunakan. Contohnya seperti: .com, .net, .org, .gov, .web, dan masih masiih banyak yang lainnya. Kebanyakan orang akan menggunakan TLD sebagai ekstensi domainnya karena mudah diingat. Apalagi dalam masyarakat awam, mereka tahunya kalau yang namanya website pasti ekstensinya adalah .com. Oleh karena itu, biasanya Top Level Domain akan lebih unggul di pencarian search engine.

Baca Juga:  Tips memilih theme WordPress yang paling bagus untuk blog

SLD  atau Second Level Domain

Second level domain adalah nama domain yang digunakan tanpa ekstensinya. Contohnya seperti alaguru.com, nama “Alaguru” adalah SLD atau lebih kita kenal dengan nama domain. Sedangkan .com adalah ekstensinya atau kita sebut sebagai Top Level Domain.

Third Level Domain

Third Level Domain seringkali disebut juga sebagai subdomain karena letaknya yang  berada pada posisi paling dari nama domain. Misalnya, “www.alaguru.com“, kode “www” inilah yang dimaksudkan sebagai Third Level Domain.


ccTLD dan gTLD 

Top level domain (TLD) dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu ccTLD dan gTLD. Kebanyakan pengguna internek tidak memahami perbedaannya karena keduanya biasanya sama-sama memiliki peringkat tinggi di search engine misalnya yahoo, google, bing, ask, dll.

gTLD adalah singkatan dari Generic Top Level Domain yang merupakan domain dengan ekstensi umum dan paling banyak digunakan.  Domain tersebut biasanya memiliki ekstensi seperti .com, .net, .biz, .org, .edu, dan lain-lain. Setiap ekstensi tersebut memiliki makna tersendiri, walaupun sekarang sering juga tidak sesuai. Berikut ini makna dari beberapa ekstensi TLD.

  • .com: untuk website berbasis komersial
  • .biz: untuk website berbasis bisnis
  • .org: untuk website berbasis organisasi
  • .edu: untuk website berbasis edukasi/pendidikan

ccTLD adalah singkatan dari Country Code Top Level Domain yang artinya domain tersebut membawa identitas suatu negara dan biasanya ditujukan untuk user dari negara tersebut. Domain akan memiliki ekstensi seperti berikut .id, .uk, .hk, .sg, .au, .my.

Ada banyak variasi dan kombinasi ekstensi domain yang bisa digunakan oleh suatu instansi atau perusahaan untuk melengkapi URL website mereka. Contohnya:

  • .ac.id: akademik/perguruan tinggi yang ada di Indonesia
  • .co.id: organisasi komersial khusus untuk Indonesia
  • .sch.id: akademik/sekolah yang ada di Indonesia
  • .web.id: personal atau organisasi Indonesia
Baca Juga:  Perbedaan WordPress.org dan WordPress.com

Leave a Comment